Posts

Tentang Frugal Living

Image
Bismillah,  Mau cerita pengalaman kami mencoba frugal living dengan tinggal di Jerman.  Apa sih frugal living? Sebenarnya gampang tinggal googling tapi singkatnya bisa juga dibaca di blog ini  ya.  Frugal living isn’t about being cheap; it’s about being resourceful. Sebelum merantau ke sini, aku pribadi sudah terpapar dengan less waste, zero waste dan segala hal tentang hidup minimalis yang mencoba untuk hidup lebih bahagia dan sadar akan apa yang kita punya tanpa harus berlebihan dalam koridor kepemilikan barang dan residu sampah yang dihasilkan. Mulai mencari tau karena tentunya aku bukan tipe yang minimalis tapi palu gada, apa lo mau gue ada 🤣.  Berangkat ke Jerman, tentunya ada batas maksimal yang harus dibawa, maka ini bikin stress awalnya karena terbiasa palugada. Tapi hidup adalah tantangan bukan? Kalau ga ada pelajarannya ya kurang seru rasanya. Sebelum berangkat pun kami melakukan decluttering besar-besaran, memilah dan memilih, mana yang dipertahankan, mana yang disumbangkan

Pindah ke Jerman?Kok Bisa?

Image
Assalamualaikum,  Sekian lama nggak pernah upload tulisan apapun di blog, saatnya kembali menulis untuk menuangkan rasa dan berbagi pengalaman yang semoga bisa diambil manfaatnya kelak ya, hehe. Kali ini yang mau jadi bahan tulisan adalah mengenai kepindahan kami sekeluarga ke Aachen, Jerman. Sesungguhnya beberapa teman bertanya kok bisa tiba-tiba pindah ke Jerman? gimana ceritanya? Nah, kali ini aku ceritakan melalui tulisan di blog ini ya, sebenarnya sempat cerita sedikit di Instagram tapi kalau cerita lengkapnya dibagikan via caption di Instagram akan panjaaaaaang dan lamaaaaa seperti iklan choki-choki yang lawas itu (kalau ada yang paham berarti kita seumuran!). Cerita kepindahan kami berawal dari keinginan bapak suami yang ingin mencoba rutinitas baru dari hanya sekedar rumah-kantor-rumah, tiba-tiba beliau mendapatkan hidayah untuk sekolah lagi, menuntut ilmu dan menunaikan janjinya kepada diri sendiri dan orang tua untuk bisa lulus S2, maklum sebelumnya pak suami ini sempat melan

Mengajar Anak Sendiri di Rumah

Image
Setelah memiliki anak, saya memilih untuk menjadi stay at home mom atau lebih tepatnya working at home mom . Kenapa? karena memang dari awal saya berkomitmen untuk mengasuh dan membesarkan anak saya dengan pengawasan penuh dari saya, sebut saja saya parno punya babysitter dan nggak rela anak saya diasuh oleh orang lain yang bukan keluarga. Karena saya memiliki waktu yang fleksibel di rumah, sayapun punya banyak waktu untuk membaca, browsing ini itu soal pengasuhan anak dan lain sebagainya hingga saya memutuskan untuk mengajar anak saya sendiri di rumah. Keinginan ini didukung dengan adanya kesempatan saya untuk belajar sistem pengajaran montessori di Sunshine Teachers Training yang buat saya, ini jadi highlight di tahun 2016, bisa baca di sini sedikit ceritanya. Cerita lengkap soal asal muasal saya mengambil diploma montessori ini di postingan lain ya, doain aja ada waktu dan inspirasi untuk menulis soal ini, maklum deh blogger amatir, nulisnya kadang setahun sekali hahaha.

Sebuah Tamparan di Awal Tahun

Image
Awal tahun 2017, saya dan keluarga mendapatkan rejeki yang tidak ternilai harganya. Kami sekeluarga sakit. Batuk, flu, demam, pusing, you name it . Terutama bagi keluarga kecil saya, di mana saya dan suami sakit secara bersamaan. Awalnya, Andra anak saya belum ikut ketularan. Saya yang pertama kibar-kibar bendera putih hingga akhirnya menyerah untuk check in di rumah sakit dekat rumah. Saya masuk rumah sakit di hari Kamis malam dengan perkiraan terkena demam berdarah, karena gejalanya mirip seperti DBD. Demam tinggi hingga 39,6 derajat celcius, pusing kepala, mual dan muntah-muntah, nyeri di seluruh badan hingga menggigil. Namun ternyata hasil cek darahnya negatif. Setelah dua hari menginap, saya akhirnya membaik, tapi ternyata batuk-batuknya masih menyisakan sesak (sejak awal rawat inap saya diuap untuk membantu mengeluarkan dahak) dan ternyata saya kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Sebenarnya nggak terlalu penting saya menceritakan penyakit saya apa, yang terpenting a

Terima Kasih 2016!

Image
Hai, Assalamualaikum! Akhirnya saya menulis lagi di blog ini dan sempat mengganti layoutnya supaya lebih enak dilihat. Semoga kalian yang rajin mampir ke sini menyukainya seperti halnya saya ya. Tahun 2016 boleh jadi merupakan tahun yang penuh tantangan buat saya. Tantangan dalam hal kehidupan, pelajaran, kekuatan, kesabaran dan sarat hikmah yang saya terima. Banyak kebahagiaan dan kesedihan yang saya alami di tahun ini yang saya percaya semuanya terjadi dengan sebuah alasan. Agar saya jadi pribadi yang lebih baik lagi.  Berikut saya rangkum beberapa hal yang berkesan buat saya di tahun 2016.  Bertepatan dengan ulang tahun Ibu saya, saya dan keluarga berlibur ke Pulau Macan di bulan Februari 2016 , cerita lengkapnya bisa dibaca di sini . Di bulan Ramadhan yang jatuh bulan Juni 2016 , saya memutuskan untuk mengisi waktu dengan mengikuti kursus intensif montessori yang diselenggarakan oleh Sunshine Teachers Training sebuah lembaga pendidikan pengajaran montessori untuk a

TRIP TO PULAU MACAN

Image
Februari yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk liburan ke Pulau Macan di Kepulauan Seribu. Liburan ini terlaksana dalam rangka merayakan ulang tahun ibu saya yang jatuh pada tanggal 25 Februari. Kenapa Pulau Macan?Karena ini cita-cita ibu saya yang belum kesampaian. Ibu saya memang fans berat pantai dan laut. Terlebih kerena beliau punya asma yang seringkali mengganggu aktivitasnya, jalan-jalan ke Pulau Macan ini jadi salah satu ikhtiar untuk sembuh. Konon menghirup udara laut sangat baik bagi pengidap asma. Seperti biasa, saya dipercaya jadi orang yang mengatur rencana liburan. Setelah browsing dan cari tahu sana-sini, saya mendapatkan informasi untuk paket liburan ke Pulau Macan dari Pulau Macan/Tiger Island Eco Village and Resort . Setau saya memang hanya satu resort di Pulau Macan. Bisa lihat juga websitenya di sini   Pertama kali melihat harga tripnya saja saya cukup takjub karena menurut saya cukup mahal untuk hitungan wisata lokal, tapi karena ini adalah

Semangat Menyusui Kapan Saja dan di Mana Saja

Image
Terkait Pekan Menyusui Sedunia yang jatuh di tanggal 1-7 Agustus 2016, saya mau berbagi soal ASI dan menyusui. Satu hal yang mendasari saya memilih memberikan ASI kepada anak saya adalah karena saya sendiri juga anak ASI selama 2,5 tahun lamanya. Saya percaya sekali kedekatan yang saya punya dengan ibu saya, diawali dari proses menyusui yang sangat indah. Buat saya, menyusui bukan soal bisa dan nggak bisa, tapi lebih kepada mau atau nggak mau. Seberapa besar niat, tekad dan ikhtiar yang Ibu punya untuk tetap keukeuh menyusui anaknya. Ada pepatah yang bilang "Breastfeeding is 90% determination and 10% milk production" dan pepatah ini benar adanya. Banyaknya ASI atau lamanya proses menyusui bukan lagi soal ukuran payudara dan seberapa banyaknya ASI yang keluar dari payudara, tapi ini semua soal MINDSET . Ingatlah selalu bahwa ASI menyesuaikan dengan kebutuhan anak baik dari segi kandungan di dalam air susunya maupun soal berapa ml air susu yang dihasilkan. Selain mind