Tentang Frugal Living

Bismillah, 

Mau cerita pengalaman kami mencoba frugal living dengan tinggal di Jerman. 

Apa sih frugal living? Sebenarnya gampang tinggal googling tapi singkatnya bisa juga dibaca di blog ini ya. 

Frugal living isn’t about being cheap; it’s about being resourceful.

Sebelum merantau ke sini, aku pribadi sudah terpapar dengan less waste, zero waste dan segala hal tentang hidup minimalis yang mencoba untuk hidup lebih bahagia dan sadar akan apa yang kita punya tanpa harus berlebihan dalam koridor kepemilikan barang dan residu sampah yang dihasilkan. Mulai mencari tau karena tentunya aku bukan tipe yang minimalis tapi palu gada, apa lo mau gue ada 🤣. 

Berangkat ke Jerman, tentunya ada batas maksimal yang harus dibawa, maka ini bikin stress awalnya karena terbiasa palugada. Tapi hidup adalah tantangan bukan? Kalau ga ada pelajarannya ya kurang seru rasanya. Sebelum berangkat pun kami melakukan decluttering besar-besaran, memilah dan memilih, mana yang dipertahankan, mana yang disumbangkan untuk memperpanjang manfaat barang tersebut. 

Anak kami, Andra, senang sekali bermain peran dengan boneka, salah satunya barbie, di rumah Indonesia, dia punya beberapa yang kerap dimainkan, tapi dengan diskusi panjang, hanya 1 boneka yang bisa dibawa ke Jerman, karena keterbatasan koper dan bawaan kami sudah overload saat itu. 

Akhirnya begitu sampai Jerman dan dengan paparan informasi serta niat baik ingin hidup lebih berarti dan mengurangi sampah, jalan yang kami tempuh adalah dengan cari mainan preloved. 

Ada sebuah aplikasi bernama ebay Kleinanzeigen yang isinya adalah barang-barang preloved dengan berbagai kondisi yang dijual lagi dan dengan izin Allah, hari itu kami lihat ada yg menjual mainan rumah barbie dengan harga cukup terjangkau (bukan setengah harga tapi sepertiga harga barunya!), langsung aku hubungi, tanya-tanya, si penjual memberikan alamatnya untuk kami bisa melihat barang yang dijual.

Ketika kami ke sana, betapa senangnya kami karena si penjual (bapak-bapak) bercerita bahwa ini adalah mainan kesayangan anaknya dan anaknya pun (Kira-kira usia 9 tahun) menemui kami, mempresentasikan mainannya, bagaimana cara membangun rumahnya dan dia memberikan bonus boneka-bonekanya sebagai pelengkap bermain nantinya. Alhamdulillah, melihat bagaimana anak ini ikhlas melepas mainan kesayangannya untuk orang lain dan senyum merekah di bibirnya, kebahagiaannya menular sampai di hati. Andra pun belajar banyak soal ini, bahwa tidak perlu mainan baru untuk bikin bahagia, kita bisa menjual mainan kesayangan kita untuk dimanfaatkan oleh orang lain ketika kita tidak memainkannya lagi. Berbagi manfaat itu membahagiakan. 


Cerita lainnya adalah ketika pak suami mendapatkan printer yang kami dapatkan secara free dari teman yang juga punya cerita sama,  tidak lagi dibutuhkan dan diberikan ke yang lebih membutuhkan. Printer yang sangat bermanfaat sekali untuk perkuliahan pak suami dan kegiatan belajar di rumah. 


Di Jerman, kegiatan menyumbangkan barang yang masih bisa dimanfaatkan ini dinamakan Verschenken. Kami sering sekali melihat box-box di depan rumah bertuliskan kata itu yang artinya orang lain boleh mengambilnya jika membutuhkannya.

Senangnya lagi, di Indonesia banyak sekali saat ini gagasan tentang memanfaatkan barang lebih baik, beli preloved, barter barang, hidup less waste, zero waste dll, jadi ada pilihan selain beli barang baru yang artinya akan menambah residu sampah dan dalam kacamata perekonomian keluarga, ini tentu lebih hemat kan. Teman-teman bisa follow @lyfewithless @tukarbaju_ @zerowaste.id_official atau mungkin ada yang tau lagi lembaga atau akun instagram yang punya kampanye serupa? Silakan tulis di kolom komen ya. 


Comments

Popular posts from this blog

[REVIEW] CLODI OH CLODI

Tentang Kelas Bayi Bermain, Rumah Dandelion

[FASHION] Hijab Style: Plain Outer