Terkait Pekan Menyusui Sedunia yang jatuh di tanggal 1-7 Agustus 2016, saya mau berbagi soal ASI dan menyusui. Satu hal yang mendasari say...

Semangat Menyusui Kapan Saja dan di Mana Saja

12:43:00 PM Dyah Ayu Amallia 1 Comments

Terkait Pekan Menyusui Sedunia yang jatuh di tanggal 1-7 Agustus 2016, saya mau berbagi soal ASI dan menyusui.

Satu hal yang mendasari saya memilih memberikan ASI kepada anak saya adalah karena saya sendiri juga anak ASI selama 2,5 tahun lamanya. Saya percaya sekali kedekatan yang saya punya dengan ibu saya, diawali dari proses menyusui yang sangat indah.


Buat saya, menyusui bukan soal bisa dan nggak bisa, tapi lebih kepada mau atau nggak mau. Seberapa besar niat, tekad dan ikhtiar yang Ibu punya untuk tetap keukeuh menyusui anaknya. Ada pepatah yang bilang "Breastfeeding is 90% determination and 10% milk production" dan pepatah ini benar adanya. Banyaknya ASI atau lamanya proses menyusui bukan lagi soal ukuran payudara dan seberapa banyaknya ASI yang keluar dari payudara, tapi ini semua soal MINDSET. Ingatlah selalu bahwa ASI menyesuaikan dengan kebutuhan anak baik dari segi kandungan di dalam air susunya maupun soal berapa ml air susu yang dihasilkan.

Selain mindset, hal lain yang dibutuhkan untuk bisa menyusui hingga minimal 2 tahun lamanya adalah PENGETAHUAN. Banyak sekali teman-teman saya yang pintar-pintar tapi tak acuh soal proses menyusui dan bahwa menyusui itu penting sekali untuk anaknya. Yang saya maksud dengan pengetahuan adalah juga termasuk pada kekuatan tekad mencari tahu soal bagaimana sih menyusui itu dari pemilihan rumah sakit yang pro-ASI dan obgyn serta dokter anak yang juga membantu kita untuk bisa menyusui dengan baik. Ini pengalaman sih, betapa sedihnya saya mengetahui seorang sahabat saya yang memilih melahirkan di sebuah RS yang ternyata nggak pro-ASI dan di hari pertama anaknya lahir sudah diberi susu formula karena katanya "ASI-nya nggak keluar, bu!" dan kolostrum ASI yang justru dibutuhkan di hari-hari pertama si bayi lahir terbuang percuma, padahal bayi itu ukuran lambungnya masih kecil sekali, jadi nggak perlu juga dia minum banyak-banyak (bayangin deh kalau hari pertama setelah lahir sudah diberi sufor) dan ilmu ini juga saya tau karena saya belajar dan mau tau.

Sumber: Facebook mba Fatimah Berliana Monika, pengarang Buku Pintar ASI dan Menyusui
Saya sendiri termasuk yang usaha banget belajar soal menyusui. Selain banyak baca buku, baca dan mengikuti forum La Leche League International via website dan facebooknya, mengikuti newsfeed-nya Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) hingga ikutan tiga kelasnya yaitu pre-natal, post-natal dan tantangan dalam menyusui berdua sama suami. Kenapa suami harus turut serta?Karena suami adalah orang pertama yang memungkinkan kesuksesan proses menyusui ibu dan anak, baca deh tuh bukunya Ayah ASI atau klik di sini

Saya mungkin hanyalah remah rempeyek dalam hal perjuangan kasih ASI ke anak saya, karena dari anak saya berusia 0-21 bulan belum ada tantangan berarti selain payudara yang lecet di awal proses menyusui (ini mah wajar ya, semua ibu menyusui pasti mengalami) lain daripada itu karena sayanya yang cukup keukeuh dan berusaha untuk membahagiakan diri sendiri supaya produksi ASInya cukup (lagi-lagi soal mindset) jadi ya Alhamdulillah sampai saat ini ASInya cukup-cukup saja. Saya juga memilih jadi stay at home parent setelah anak saya lahir, jadi drama ASIP tidak sampai terjadi di saya, but trust me, saya punya banyak teman ibu pekerja yang hebat-hebat soal ini. Jaman sekarang apa sih yang nggak bisa asalkan niat dan punya tekad yang kuat?Jasa kurir ASI juga sudah ada, jasa sewa freezer pun banyak dan senengnya di Mall dan kantor-kantor sudah banyak ruang menyusui yang oke dan fasilitasnya cukup baik, coba deh bandingin sama jaman ibu-ibu kita dulu?Lebih berat pastinya.

Soal perjuangan menyusui, saya banyak mendapatkan suntikan semangat dan tentunya pengetahuan dari apa yang ditulis mba Fatimah Berliana Monika di sini dan juga dari buku-buku ini, monggo deh dibeli buat kamu para ibu menyusui atau calon ibu menyusui.
Ada 22 kisah inspiratif ibu-ibu menyusui yang luar biasa, lewat buku ini saya tau bahwa menyusui itu bisa diusahakan bagaimanapun caranya asal diikuti niat dan tekad yang kuat

Sesuai judulnya, buku ini mengupas segala hal soal ASI dan menyusui

Nah ini juga wajib dibaca terutama buat para AYAH ASI
Sejuta manfaat ASI bagi ibu dan bayi, silakan baca buku pintar ASI dan menyusui atau googling aja banyak banget manfaatnya salah satunya di sini, tapi buat saya satu dari sejuta yang paling penting adalah eng ing eng...

Kapasitas makan saya setelah jadi ibu menyusui itu luar biasa banyaknya, bisa tanyakan ke keluarga saya deh kalau nggak percaya, tapi ya badannya segini-gini aja. Kelar urusan melahirkan dan lanjut proses menyusui bikin saya nggak punya waktu lama untuk overweight dan cepat kembali ke berat badan ideal. Kan seneng ya kalau bisa pakai baju-baju lama (dalam rangka penghematan juga sih hahaha). Tapi cerita ini mungkin berbeda dari ibu-ibu menyusui lainnya karena pada dasarnya saya memang sulit gemuk karena pecicilan hihihi.

Thanks ibu Amy *macam kenal aja*
Saya menghargai apapun pilihan orang lain, semoga cerita saya ini paling nggak membuat orang tergerak untuk cari tau lebih lengkap mengenai proses menyusui dan ASI. Sekali lagi ini bukan soal produksi susunya tapi determinasi, kekuatan niat, tekad dan ikhtiar yang didasarkan atas memberikan yang terbaik untuk buah hati kita. Please share di comment kalau kamu punya cerita menarik soal menyusui yang bisa bikin saya semangat menikmati menyusui anak saya yang minimal hanya tinggal 3 bulan lagi. Mari semangat menyusui kapan saja dan di mana saja!

Bali, 2016 
Pulau Macan, 2016

1 comment:

  1. Menyusui: mulainya susah, berhentiinnya lebih susah lagi! Belom rela nyapih nih gue.. :(

    ReplyDelete