pas·sion   noun   \ ˈ pa-shən\ a strong feeling of enthusiasm or excitement for something or about doing something Hampir 30 t...

Passion for Fashion

10:41:00 PM Dyah Ayu Amallia 0 Comments

pas·sion
 noun \ˈpa-shən\
a strong feeling of enthusiasm or excitement for something or about doing something

Hampir 30 tahun perjalanan hidup saya, akhirnya saya bisa meyakinkan diri dan mengambil kesimpulan bahwa passion saya adalah seni dan ternyata sekarang berkembang mengerucut menjadi fashion.

Dulu sih,cuma cita-cita asal lewat aja pengen jadi desainer baju-baju, tapi makin ke sini, kayanya saya lebih cocok jadi konseptor atau yang baru saja jadi profesi, fashion stylist. Apalagi setelah sok-sokan ikutan les pattern drafting tingkat dasar di ESMOD sampai hampir typhus, ahahahaha. Engga deh, mendingan kerjasama sama desainer beneran dan cari tukang pola serta penjahit yang jagoan.

Sebenarnya sih kalau dilihat dari latar belakang pendidikan sama sekali ga nyambung ya sama dunia fashion, hahahah. Tapi skenario Tuhan yang membawa saya ke jalan ini.

Adalah seorang teman saya yang juga fotografer fashion cukup ternama *cailah* bernama Rudy Wicaksono yang juga merupakan teman kuliah saya dulu di UI yang menginformasikan saya mengenai lowongan pekerjaan di sebuah majalah muslimah di Indonesia. 

Rudy: "Yu, lo punya temen stylist ga?"
Saya: "Buat apaan, Rud?"
Rudy: "Buat Majalah Annisa nih, butuh cepet katanya"
Saya: "Oh gitu, gue aja sini.Kirim ke mana lamarannya?"
Rudy: "Hah, serius?Lo mau?Ya udah buruan gih kirim CV sama portfolio!"

Dan setelah itu, teman saya si Rudy ini meneror tak kunjung henti mengingatkan untuk cepat kirim CV, ahahahaha. Thanks to you, Rud! *Walau sampe sekarang belom sempet nraktir yang bersangkutan, xixixi*

Akhirnya saya dipanggil interview. Dan ketika calon ibu bos dan editor in chief majalah tersebut melihat CV saya, saya malah ditawari di bagian marketing & promotion *LOL*. Sontak saya menolak dengan halus, karena saya bosan jadi marketing, saya ingin mencoba sesuatu yang baru. *gaya banget ih gue*.

Mungkin karena majalah ini juga butuh cepat kehadiran stylist baru, akhirnya saya diterima. Dan...welcome to the jungle! Saya dipasangkan dengan fashion stylist ternama Dewi Utari yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di dunia ini.

Jangan kira jadi fashion stylist itu gaya. Karena pada kenyataannya ga gitu. Bolak-balik ke toko/butik/mall untuk peminjaman yg harus dijaga mati-matian, apalagi kalau barang-barang brand ternama, lecet dikit diminta ganti rugi seharga barangnya, ini dog-dogannya setengah mati. Untungnya saya berteman akrab dengan mbak-mbak laundry (percaya deh, networking itu penting!), jadi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (dulu pernah kelunturan, kena noda make-up dsb) mereka mau ekstra berusaha membantu saya. Belum lagi harus nyetrika/nge-steam baju-baju, padu-padan, hire model, sewa studio, cari lokasi dan mempersiapkan segala properti untuk pemotretan, seringkali bawaannya jadi kaya mau mudik, rempong ciiiin! :))

Setiap pekerjaan baru buat saya adalah tempat menimba ilmu, demikian halnya dengan pengalaman yang saya dapat di sini. Ketemu orang baru, belajar banyak hal yang belum saya tahu. Baru kali ini saya merasa ga stress ketika weekend berakhir dan Senin datang.

Satu mimpi saya tercapai, ini baru awalnya. Mimpi yang terinspirasi ketika saya menonton serial TV Ugly Betty versi Amerika dan ini adalah satu lagi anak tangga untuk mencapai mimpi besar saya membuat produk fashion muslimah lokal Indonesia yang sukses dengan nama Delisha Hijab. *Aamin*

Jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah bosan dengan kegagalan, semoga saya gak akan pernah lupa itu sepanjang hidup saya.

Yap! Work on what makes you happy :)

Majalah Annisa edisi Sept/Okt 2013

Kumpulan gaun untuk pemotretan edisi wedding dari:
Mel Ahyar, Denny Wirawan & Jeffry Tan

Semua aksesoris dari Rinaldy A. Yunardi. Hijab Styling by me.

Beberapa barang yg saya pinjam dari H&M dan Barli Asmara

0 comments: