Dari kecil saya selalu sibuk atau lebih tepatnya dibuat sibuk. Ibu saya yang memiliki peran besar dalam memilih setiap kegiatan yang saya...

Sibukholic

12:15:00 AM Dyah Ayu Amallia 0 Comments

Dari kecil saya selalu sibuk atau lebih tepatnya dibuat sibuk.
Ibu saya yang memiliki peran besar dalam memilih setiap kegiatan yang saya lakukan.
Les pelajaran, les bahasa inggris, les ngaji, les balet dan les gambar menjadi beberapa les yang saya lakukan dan dibagi waktunya dalam satu minggu. Capek?Saya sih nggak inget ya pernah merasa capek, kayanya enjoy aja tuh dengan segala kesibukan yang saya alami.
Akhirnya "sibuk" menjadi kebiasaan hingga besar, hingga saat ini umur saya 28 tahun, ngga sibuk malah bikin saya gusar, bingung harus ngapain, kemudian bete trus galau trus....pokoknya nggak enak.

Dari semua les yang saya ikuti, menggambar adalah yang paling jadi prioritas dan saya nantikan selalu untuk dilakukan (kalau les mengaji dan pelajaran sih wajib ya, ahahaha) bahkan di hari Sabtu dan Minggu, kegiatan keluarga saya adalah mengantar saya mengikuti kompetisi menggambar di seputar Jakarta, Tangerang hingga Bogor yang paling jauh.

Alhamdulillah kedua orang tua saya memberikan dukungan penuhnya atas kegemaran saya ini, dan saya selalu ditekankan bahwa bukan hadiah atau kemenangan kompetisi yang dicari, tapi pengalaman dan pembelajaran untuk berkembang jadi lebih baik.

Sayapun kemudian masuk sanggar dan kemudian aktif di sana, hingga beberapa kali mengadakan pameran kecil (andai saya masih menyimpan beberapa karya itu ya, kayanya udah entah kemana tuh). Yang paling membanggakan adalah ketika saya terpilih untuk membuka pameran perumahan REI Expo di JCC dengan menggambar sketsa rumah yang kemudian (dalam skenarionya) dilanjutkan gambarnya oleh menteri perumahan saat itu, Bapak Akbar Tanjung.

Kegiatan menggambar ini berlanjut hingga SMP, beberapa perlombaan saya ikuti untuk mewakili sekolah, kadang menang kadang ngga juga, tapi ternyata saya gak segitu ambisiusnya koq, yang penting seneng tuh gambarnya, walaupun ngga menang juga, hihihi.

Di SD selain suka gambar ternyata saya juga suka nyanyi, tergabung di paduan suara dan kemudian terpilih mengikuti operet yg waktu itu tayang di TVRI (jaman itu sih keren banget, ahaha) dan penampilan terakhir saya adalah ketika pelepasan kelulusan SD.

Saya dan Ilma, sahabat saya, bukannya duduk manis jadi wisudawati, malah jadi penampil di panggung lewat persembahan operet yang dipimpin guru seni saya, Pak Iqbal namanya.

Melalui operet itu pertama kalinya saya rekaman, hingga jam 1 pagi loh!Ibu saya ngga pernah marah tuh (emang untuk ukuran ibu-ibu doi santai banget sih ya) karena menurut beliau sayanya juga seneng banget beraktifitas jadi ya beliau hanya mengarahkan dan siap cubit kalau sayanya lupa mengerjakan yang wajib (ngerjain PR misalnya).

Di kelas 6 SD ternyata saya tertarik jadi wartawan atau reporter lebih tepatnya. Waktu itu SD saya baru saja membuat majalah, namanya Al-Ashri, melamarlah saya di sana dan beberapa kali menulis tentang kegiatan yg dilaksanakan di sekolah. Kegiatan ini ternyata berlanjut ketika ibu saya melihat iklan di Republika bahwa di setiap hari Minggu akan ada edisi khusus anak-anak dan remaja di Republika yang kemudian dinamakan Koran Kecil.

Iseng-iseng coba melamar dan Alhamdulillah lulus seleksi. Ini berlanjut hingga SMP kelas 2, saya beberapa kali ijin sekolah untuk kegiatan mewawancarai tokoh ternama untuk kemudian dimuat di Koran Kecil.

Saya pernah mewawancarai seorang pramugari Merpati airlines yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat dan mendapatkan penghargaan atas jasanya yang gigih menyelamatkan penumpang kemudian saya pernah mewawancarai KSAD saat itu yaitu Bapak R.Hartono hingga yang paling membuat saya senang adalah mewawancarai idola saya dan ibu saya yaitu AB Three (kalau inget sekarang juga masih mesem-mesem seneng, hihihi).

Saya ingat betul, ketika mewawancarai AB Three saya naik bis sendirian menuju kantor Republika untuk kemudian berangkat bersawa kru lain ke News Cafe, tempat kami bertemu AB Three. Pulangnya pun sendirian naik bis Mampang-Ciputat, malem-malem pulak, ahahaha, demi ketemu idola!.

Dan lewat "pekerjaan" saya sebagai reporter cilik ini, saya digaji setiap kali wawancara sebesar Rp30.000 dan dikirim lewat wesel, seneng kan?udah ketemu orang-orang terkenal trus dapet uang jajan pula, Alhamdulillaaaah :)

Sibuk itu buat saya menyenangkan, dengan catatan sibuknya melakukan hal-hal yang saya suka. Dan percaya gak, sibuk itu membuat kita lebih bahagia loh!Karena ga punya waktu buat sedih-sedih, bete, galau, mellow, dan hal-hal negatif lainnya. Jadi...yuk sibuk! Sibuk melakukan hal-hal positif yang bisa bikin kita lebih berkualitas sebagai manusia :)




0 comments: