8 April 2012 adalah hari bersejarah buat saya dan sahabat saya, Yudhiro Caesar Utama. Hari itu merupakan hari dimana kami mengikat jan...

Selamat Satu Tahun

4:38:00 AM Dyah Ayu Amallia 0 Comments

8 April 2012 adalah hari bersejarah buat saya dan sahabat saya, Yudhiro Caesar Utama.

Hari itu merupakan hari dimana kami mengikat janji dan sumpah kami untuk memulai kehidupan baru sebagai suami istri.

Dulu sekali, ide ini gak pernah ada di kepala saya, menjadikan dia, si sahabat sebagai imam saya mengarungi kehidupan ini, tapi tidak demikian dengan dia. Pernah suatu hari, si sahabat saya ini mengirimkan SMS (dulu belum jaman pake BBM, hihihi) yang berbunyi "Buka KOMPAS halaman xx, ada artikel menarik!", ternyata artikel itu berisi nikmatnya menikahi sahabat. Saya cuma terkikik geli.

Saya kenal sahabat saya ini dari SD lho, kami sekolah di satu sekolah yang sama dan bahkan kami tinggal di komplek yang sama, les pelajaran sama-sama, main sepeda sama-sama, bahkan saya yang mengajari dia main sepatu roda dan banyak lagi kegiatan yang kami lakukan sama-sama. Dia supir, satpam dan tim SAR yg sigap membantu kalau rumah saya kebanjiran, ahahaha.

Persahabatan itu kami jalin hingga SMP dan di SMA, kami akhirnya pacaran dan dimulailah segala drama roman picisan ABG galau, hihihi. Putus sambung kaya layangan.

Saya dan dia pernah bercita-cita untuk menikah di usia 27 tahun dan atas rahmat Allah SWT ternyata kami berjodoh dan segala persiapan pernikahan pun berjalan dengan lancar dan diberi kemudahan dari Tuhan yang Maha Baik.

Teman-teman dekat kami pun serentak berkomentar "AKHIRNYAAAAA!Tuh kan baliknya ke situ lagi, gak kaget deh gue!" hahaha, pernikahan kami layaknya reuni akbar.

Setahun bersamanya saya mensyukuri segala hal yang kami lalui. Tuhan memang punya rencana dan skenario ajaib untuk setiap umatnya. Artikel di KOMPAS itu memang ada benarnya, saya completely bahagia.

Bahagia karena punya suami yang demikian anehnya, demikian berantakannya, demikian konyolnya, demikian jahilnya, tapi ini yang selalu bikin kangen saat dia lagi jadi anak seribu pulau seperti sekarang.

Terimakasih banyak dear mas suamiku yang baik,  semoga puluhan tahun dari sekarang bisa senantiasa kita lalui sama-sama.








0 comments: